Teeeeng!!! Bel berbunyi 3 kali, tanda istirahat kedua. Aku mulai menyiapkan buku peminjam, buku pengembalian dan bolpoin di mejaku. Ku hentikan sejenak koneksi internetku, agar pekerjaanku tidak terganggu. Tak lama kemudian mejaku dipenuhi hiruk pikuk suara anak-anak berebut layananku.
“Mba, aku mau pinjam bengkel facebook, yang dipinjem ana kemarin” teriak Budi
Sebelum sempat ku jawab, setumpuk buku IPS sudah ada di meja. “Mba ini dihitung dulu, tadi pinjam 28 kelas VII F” kata Dian
“Iya satu-satu ya.. Budi sabar dulu, bukunya masih di dalem, Dian ini langsung ke rak aja, nanti mau di pakai kelas lain” jawabku cepat, karna msih banyak juga yang usil di ruangnku ini dan butuh peringatanku juga.
“Budi masuk ke ruang mbak Diah, di kotak biru no 2, ambil sendiri, lalu tulis di buku peminjam, kartunya taruh meja saya, oke?”
“Siap mbak!” jawab Budi
“Mbak Diah, di panggil Pak Indra sehabis jam istirahat” kata biyan, anak kelas IX sambil berlalu begitu saja.
“Biyan.. kamu dipeseni siapa?” tanyaku agak keras karna Biyan sudah ada di pintu keluar.
“Kata pak Indra sendiri mbak” jawab Biyan
“Mbak kartuku hilang mbak, gimana nih ga bias pinjem buku, padahal
... baca selengkapnya di My Dream Comes True Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Fiforlif Bogor
Fiforlif Bogor, Jual Fiforlif di Bogor, jual fiforlif murah, jual fiforlif asli, apotik jual fiforlif di bogor
Selasa, 02 Januari 2018
My Dream Comes True
Rabu, 13 Desember 2017
Menulis Buku Best Seller Itu Gampang
“Saya kenal dengan banyak orang yang tidak bisa ketika mereka mau, karena mereka tidak melakukannya ketika mereka bisa.” – Francois Rabelais (Pengarang Perancis)
Apa yang pertama membuat saya tergerak menulis buku unik ini? Tak lain adalah sebuah perbincangan hangat di ruang tamu Gedung Kompas-Gramedia lt.4 pada akhir 2003 lalu. Saya bertemu dua teman lama yang berprofesi sebagai peneliti, dan berdiskusi mengenai situasi ekonomi-politik menjelang Pemilu 2004. Sungguh, rasanya tak sejengkal isu pun bakal terlewat jika sedang asyik berdiskusi dengan para intelektual seperti mereka. Kedua rekan saya itu sangat antusias, sambung-menyambung argumentasinya, dan memperdebatkan begitu banyak isu menarik yang hendak dituangkan dalam bentuk tulisan atau buku politik.
Beberapa ide yang sempat mereka kemukakan antara lain adalah membuat buku track record dan janji-janji para politisi kondang, rapor merah partai-partai, catatan pemilu dari tahun ke tahun, humor politik, sampai ide buku tentang pariwisata klenik. “Kalau dibukukan, rasanya tema-tema tadi pasti digemari orang. Bisa-bisa jadi buku best seller…” ujar teman saya bersemangat sekali. Antusiasme diskusi membuat segalanya menjadi menggairahkan dan seolah begitu mudah diwujudkan. Tentu saja saya sambut hangat ide-ide teman-teman saya ini. Maklum, keduanya setiap hari bergelut dengan informasi terbaru, akses datanya tak terbantahkan, penguasaan metodologi penelitian bisa diandalkan, dan m
... baca selengkapnya di Menulis Buku Best Seller Itu Gampang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 10 Desember 2017
Wiro Sableng #162 : Badai Laut Utara
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE
TIGA penunggang kuda memperlambat lari tunggangan masing-masing ketika mencapai sebuah mata air di kaki Gunung Gede sebelah timur. Saat itu sang surya baru saja menggelincir dari titik tertinggi-nya udara yang sejuk di kawasan itu membuat terik cahaya matahari tidak terasa menyengat.
Penunggang kuda sebelah depan, seorang kakek berjubah kuning, berwajah merah seperti udang rebus dan cuma punya satu alis yaitu di atas mata kiri henti-kan kuda dekat mata air diikuti dua temannya. Dari peralatan penutup mata serta tanda-tanda pada pelana yang dimiliki tiga ekor kuda besar agaknya ke tiga penunggangnya bukan orang-orang sembarangan. Paling tidak mempunyai hubungan tertentu dengan Kerajaan di wilayah timur.
"Jika melanjutkan perjalanan dengan berlari, kurasa akan lebih cepat sampai di puncak gunung. Kita bisa meninggalkan kuda di tempat ini. Ada air, banyak rumput. Kelihatannya juga cukup aman. Bagaimana pendapat ki sanak berdua?" Si jubah kuning yang di Keraton Jawa Tengah dikenal dengan panggilan Lor Sakti Alis Tunggal bertanya pada dua temannya.
"Aku setuju saja," jawab kakek bermata juling mengenakan pakaian ringkas biru, lengkap dengan blangkon yang juga berwarna biru. Pada bagian depan blangkon menempel kepala see
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #162 : Badai Laut Utara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 19 November 2017
Memperbarui Tujuan Pembelajaran
Oleh: Agus Riyanto
Setelah beberapa episode artikel yang lalu kita membahas masalah “cinta” dengan aneka problematikanya, sekarang mari kita membicarakan masalah yang labih penting untuk masa depan kita, yakni pendidikan atau lebih tepatnya kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan pembelajaranlah kita yang dulunya bodoh dan tidak tahu apa-apa, sekarang telah menjadi manusia dewasa yang memiliki wawasan, pengetahuan atau filosofi dalam menempuh kesempatan indah karunia Sang Pencipta berupa “kehidupan” ini.
Kebanyakan pelajar atau mahasiswa pergi ke sekolah atau ke kampus hanya untuk mendapatkan ijasah, kemudian setelah lulus mencari pekerjaan. Tujuan mereka belajar—selama kurang lebih 12 tahun (bagi lulusan SLTA), 17 tahun (bagi sarjana S1), dan seterusnya–hanya satu, yakni untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan. Itulah yang umum terjadi. Kebanyakan mereka mengejar pekerjaan yang aman dan terjamin. Setelah mendapatkan pekerjaan…, ya sudah! Baginya tidak ada lagi yang perlu dipelajari lebih jauh selain mendapatkan kenaikan gaji, pangkat, dan jabatan yang lebih tinggi.
Menurut pendapat saya, tujuan seperti itu kurang bonafid alias kurang tepat. Kalau hanya untuk mendapatkan pekerjaan, buat apa sekolah… Yang tidak pernah sekolah saja banyak yang bisa hidup, bahkan mereka lebih sukses dari yang lulusan S3 sekali pun. Maksud
... baca selengkapnya di Memperbarui Tujuan Pembelajaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 14 November 2017
Kedamaian Dunia
Selama ini, Aku tak mempercayai adanya keajaiban. Walaupun Aku sering melihat dan mendengar banyak fakta tentang keajaiban. Tapi Aku tak pernah percaya akan itu. Sampai akhirnya, ada hal yang membuatku sangat percaya akan adanya keajaiban.
“Dhira! Kamu harus teruskan perjuangan Ayah… hanya kamu yang diwarisi aliran darah itu! Kamu harus selamatkan Dunia kita!” ungkap Ayah. Saat itu, Dunia yang selama ini kutempati sudah sangat hancur. Tidak banyak yang dapat merubah keadaan ini. Entah sejak kapan Dunia kami dipenuhi dengan monster-monster menjijikkan dalam bentuk naga raksasa. Mereka memperbudak seluruh manusia yang ada di Dunia ini. Sudah banyak nyawa yang hilang di Dunia ini. Dan konon, yang bisa memusnahkan monster naga itu hanyalah Pedang Api.
“Tapi, Yah… kenapa Aku? Aku seorang perempuan dan Aku tak yakin dapat melakukannya!” tolakku.
“Sayang… hanya kamu yang bisa. Apa kamu tidak melihat banyak yang sudah kehilangan nyawa? Bahkan, Anak kecil yang tak bersalah pun ikut menjadi korban. Sekali lagi, Ayah mohon… hari ini adalah hari terakhir kita untuk selamatkan Dunia!” ujar Ayah lagi.
Ha
... baca selengkapnya di Kedamaian Dunia Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Budaya Kekerasan
Oleh: Agus Prasetyo
Kita semua setuju bahwa budaya kekerasan tidak baik.Ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah bentuk budaya kekerasan. Oleh karena itu semua orang (kecuali teroris tentunya) mengutuknya.
Namun pernahkah kita berpikir bahwa budaya kekerasan telah menyelinap masuk demikian jauh dalam kehidupan kita sehari-hari? Bentuk-bentuk umum dari kekerasan adalah perang, atau bentrokan antara demonstran dengan polisi atau peristiwa penggusuran.
Ada baiknya kita mulai berpikir apakah tindakan kita termasuk bentuk kekerasan atau tidak. 1. Dalam Masyarakat Tindakan penggusuran tentu diamini adalah bentuk kekerasan. Namun pernahkah kita berpikir bahwa perilaku berkendaraan yang buruk di jalan seperti menyalip atau melanggar lampu merah adalah juga bentuk kekerasan?
Perilaku bunuh diri juga merupakan bentuk kekerasan yang ditujukan pada diri sendiri.
2. Dalam Pendidikan Syarat kelulusan yang sebetulnya baik sering dipakai sebagai dalih untuk beban keuangan tambahan seperti les pelajaran atau praktek jual beli nilai. Namun pernahkah kita berpikir bahwa sikap guru, sekolah dan orang tua murid juga mempengaruhi budaya kekerasan pada anak.
3. Dalam Keluarga
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah salah satu pemic
... baca selengkapnya di Budaya Kekerasan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 26 Oktober 2017
Wiro Sableng #181 : Selir Pamungkas
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM
TIBA-TIBA LANTAI MENGEPUL. MEMANDANG KE BAWAH WIRO MELIHAT LINGKARAN PUTIH DI SEKELILING KAKINYA BERUBAH MERAH LALU WUSSS! SATU LINGKARAN API MENJULANG KE ATAS SETINGGI KEPALA! WIRO SEKARANG BENAR-BENAR SADAR KALAU DIRINYA TELAH MASUK DALAM JEBAKAN KEN PARANTILI. NYALA KOBARAN API YANG HANYA SATU JENGKAL MENGITARI TUBUHNYA MEMBUAT WIRO, SEPERTI DIPANGGANG. "SELIR JAHANAM! JANGAN HARAP KAU BISA LOLOS DARI TANGANKU!" RUTUK WIRO. DIA CEPAT MENJEJAKKAN DUA KAKI KELANTAI, SIAP MELOMPAT KELUAR DARI LINGKAR KOBARAN API. TAPI ASTAGA! DUA KAKI TAK MAMPU BERGERAK! DUA TELAPAK KAKI LAKSANA DIPANTEK KE LANTAI!
SATUSEPERTI dituturkan dalam Episode "Sesajen Atap Langit", ketika berada di kawasan Candi Plaosan Lor, Wiro dan kawan-kawan kedatangan seorang perempuan muda cantik jelita mengaku bernama Ken Parantili dan merupakan selir pertama Penguasa atau Raja Negeri Atap Langit.
Gadis ini datang dengan duduk berjuntai di batang kayu pohon Beringin yang melayang di udara, membekal maksud meminta budi pertolongan Pendekar 212 untuk menyelamatkan dirinya dari pembunuhan yang bakal dilakukan oleh Penguasa Negeri Atap Langit. Ketika ditanya bagaimana caranya menolong, Ken Parantili memberitahu bahwa Wiro haru
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #181 : Selir Pamungkas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1